Cara pasang stop loss dan target profit.

Posted by Tips dan Trik Sukses Bisnis Online | 11.41

Cara pasang Stop Loss Dan Take Profit di AGEA/Marketiva

Auto Stop Loss dan Take Profit Sebenarnya untuk melakukan trading forex tidak perlu ANDA berlama-lama didepan monitor komputer Anda yang terhubung diinternet ,  Anda bisa tinggalkan posisi trading ANDA dan nanti bisa terlikuidasi otomatis apabila anda telah menetapkan nilai exit target dan stop loss nya. Jadi waktu yang Anda gunakan untuk trading kira kira seperti ini : 20 menit analisa, 10 menit untuk order masuk posisi dan setting exit ordernya. Sisa waktu bisa anda gunakan untuk kegiatan sehari hari seperti biasa. Jadi tidak perlu campur tangan Anda lagi biarlah program yang membantu ANDA dalam menjalani trading, kalau keuntungan sudah mencapai exit target maka akan tertutup secara outomatis, atau kerugian sudah tidak dapat di tolerir dan harga exit target telah tersentuh maka posisi juga akan ditutup dengan sendirinya.
Exit target : adalah tingkat harga dimana anda ingin menutup suatu posisi ketika sejumlah profit tertentu telah anda dapatkan. Anda dapat mengatur exit target ketika anda membuka posisi atau kapan saja selagi posisi tersebut masih open. Exit target juga dikenal dengan istilah Take Profit atau sering disingkat dengan TP.
Order Stop-loss : menjamin suatu posisi dilikuidasi secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak melawan posisi anda. Stop Loss biasa disingkat SL.
Jika ANDA belum memiliki akun di AGEA/MARKETIVA silahkan daftar di CARA DAFTAR MARKETIVA


CARA PASANG STOP LOSS DAN TAKE PROFIT DI MARKETIVA :
Sekarang anda bisa menentukan batasan-batasan untuk transaksi anda tersebut, caranya:

1. Klik pada kode angka di kolom Position ID :

cara seting exit TP dan exit SL
2. Lalu klik pada tombol Change :

Klik change untuk setting

3. Maka akan muncul jendela berikut, selanjutnya anda rubah nilai Exit Stop-Loss (batas posisi rugi) dan Exit Target (batas target keuntungan yang anda inginkan). Misalkan anda mulai  trading dengan pasangan mata uang EUR/USA dengan Posisi SHORT/SELL nilai pergerakannya pada saat ANDA mulai open posisi adalah 1.3446,  Anda mengharapkan nilai pergerakan akan turun sebesar 40 point dan secara otomatis Take Profit  akan stop jika mencapai target sebesar 40 point agar ANDA mendapatkan keuntungan, untuk menutupi kerugian ANDA pasang target sebesar 30 point jadi  transaksi anda dihentikan jika posisi rugi mencapai 30 point. Cara settingnya adalah sebagai berikut :
ANDA memulai trading dengan nilai pergerakan sebesar 1.3446 seperti yang tersebut diatas, jadi pada bagian Exit Stop-Loss ANDA harus isi dengan nilai 1.3476 artinya Anda akan menghentikan trading jika mengalami kerugian sebesar 30 point.
dan ANDA ingin menghentikan transaksi jika sudah memperoleh keuntungan sebesar 40 point  berarti pada kotak isian pada bagian Exit Target ANDA isikan dengan nilai 1.3406, Seperti contoh gambar dibawah ini :

 change position
Lalu silahkan anda klik OK

4. Maka keterangan pada jendela Position akan berubah menjadi ini:

setelah proses setting
Dan pada grafik akan ada tanda garis panah menunjukkan batas rugi, batas untung dan arah yang diinginkan.

positions signal

5. Jika setelah sekian lama harga berubah dan anda merasa ingin menghentikan transaksi, baik karena merugi maupun karena sudah merasa cukup keuntungan yang anda peroleh, maka anda klik kembali kode angka di kolom Position

cara menutup seting exit TP dan exit SL

6. Dan klik pada tombol Close:

Menghentikan transaksi

7. Maka transaksi dihentikan, dan keterangan pada jendela Position akan berubah menjadi ini:

 close sebelum mencapai target
8. Jika anda membiarkan transaksi hingga mencapai batasan target yang telah ditentukan maka hasilnya akan seperti ini :

stop setelah mencapai batas target

Jadi seperti itulah proses untuk menentukan Stop Loss dan take profit.
Keuntungan menggunakan Stop Loss dan Take Profit adalah:

  1. Anda tidak harus selalu berada di depan komputer untuk close transaksi.
  2. Meminimalkan kerugian yang bisa terjadi.
  3. Mendapatkan profit sebesar yang anda inginkan
  4. Setiap trader professional pasti menggunakannya setiap kali open transaksi
Contoh lain exit target dan exit stop-loss:
Anda memiliki posisi long yang dibuka pada harga 1.2000, maka exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Apabila anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.
Baik exit target maupun exit stop-loss nilai yang anda tetapkan adalah dalam harga, bukan banyaknya poin atau pip. Seperti contoh di atas, apabila anda ingin menutup posisi dengan keuntungan 20 pip, pada posisi long yang anda buka dengan harga 1.2000, maka exit targetnya adalah 1.2020 yaitu harga buka 1.2000 + 20 poin = 1.2020.
Beberapa kasus yang sering dialami trader berkaitan dengan exit target dan stop loss
Posisi saya tidak ditutup padahal saya yakin harga menyentuh angka Exit Target tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
  • Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
  • Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
  • Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID
Sebagai contoh, anda melakukan transaksi Short di EUR/USD dan exit target di 1.3125. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.3125, tapi dalam hal ini exit target anda tidak tersentuh.
Hal ini dikarenakan 1.3125 adalah harga diagram yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,3125, maka Offer = harga di charting + 1/2 spread = 1,3125 + 1 = 1,3126. Sehingga harga sebenarnya masih di level 1,3126.
Posisi saya ditutup padahal saya yakin harga tidak menyentuh angka Stop Loss. Apa yang sebenarnya terjadi?
  • Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
  • Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
  • Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID
Contoh: anda melakukan transaksi Short di GBP/USD dan memasang Stop loss di level 1.8943. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.8942. Tapi dalam hal ini SL anda tersentuh.
Hal ini dikarenakan 1.8942 adalah Harga diagram, yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,8942, maka Offer = harga charting + 1/2 spread = 1,8942 + 2 = 1,8944. Sehingga harga sebenarnya sudah berada di level 1,8944.
Yang penting anda perhatikan disini adalah Spread, dan perlu diingat juga bahwa spread itu tidak tetap dan sewaktu waktu dapat berubah nilainya, terutama pada saat keluar berita yang mengakibatkan pergerakan harga tidak stabil.
  • Dalam contoh di atas, spread untuk EUR/USD adalah 2, dan GBP/USD adalah 4.
  • BID adalah harga Anda menjual ke dealer, dan OFFER adalah harga Anda membeli dari dealer. Dalam hal ini harga BID selalu lebih rendah dari harga OFFER.
Apakah anda sudah mendaftar di AGEA/Marketiva? Jika belum silahkan daftar di CARA DAFTAR AGEA/MARKETIVA